Setiap tahun, keuangan negara diklaim mengalami kebocoran sekira Rp1.000
triliun. Bahkan, di tahun 2013 ini, kebocoran keuangan negara disebut
mencapai USD116 miliar.
"Kebocoran keuangan negara 2013 hingga
menyebabkan kerugian mencapai USD116 miliar. Itu hanya dari tiga
pengelolaan yang tidak bener," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
Prabowo Subianto saat memberi pembekalan bagi Caleg DPRD se-DIY dari
Partai Gerindra di Grand Pasifik Restoran, Jalan Magelang, Mlati,
Sleman, DIY, Kamis (7/11/2013).
"Potensi pajak yang bocor USD36
miliar, anggaran negara USD50 miliar, dan subsidi energi sebanyak USD30
miliar. Kebocoran ini sudah berjalan puluhan tahun, perlu pemerintah
yang mampu menutup kebocoran itu, ini perjuangan Partai Gerinda,"
tambahnya.
Prabowo menegaskan sistem ekonomi yang diterapkan
pemerintah saat ini juga dinilai keliru. Sebab, neoliberalis tidak tepat
diterapkan di Indonesia. Bahkan, dia menyatakan sistem perekonomian
sejak 2004 tidak tepat diterapkan.
"Saya sejak 2004 mengatakan
sistem Neo Liberal keliru diterapkan, karena yang menikmati hanya 1
persen sistem itu, sedangkan yang 99 persen jelas menyengsarakan
rakyat," tegasnya.
Dia memberi contoh banyak potensi sumber daya
alam Indonesia dikuasai pihak asing. Sehingga, kekayaan tidak tinggal
dan dinikmati rakyat Indonesia. "Kepingin tanam modal, wani piro?"
celetuknya.
Untuk itu, lanjutnya, Partai Gerindra harus bisa
memenangkan dalam pesta demokrasi 2014 nanti. Pemerintah harus mampu
menutup kebocoran-kebocoran keuangan negara itu.
"Kemenangan
Gerindra, kebangkitan Indonesia. Kader militansi Gerindra harus
semangat, percaya diri, harus mengerti tujuan perjuangan, Partai
Gerindra sedang diharapkan rakyat Indonesia untuk bangkit membenahi
pemerintah," tegasnya penuh semangat.
Sumber: http://economy.okezone.com/read/2013/11/07/20/893524/prabowo-keuangan-negara-bocor-usd116-miliar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar