Translate

Selasa, 12 November 2013

Keuangan Negara Turun USD 166 Miliar

Setiap tahun, keuangan negara diklaim mengalami kebocoran sekira Rp1.000 triliun. Bahkan, di tahun 2013 ini, kebocoran keuangan negara disebut mencapai USD116 miliar.

"Kebocoran keuangan negara 2013 hingga menyebabkan kerugian mencapai USD116 miliar. Itu hanya dari tiga pengelolaan yang tidak bener," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memberi pembekalan bagi Caleg DPRD se-DIY dari Partai Gerindra di Grand Pasifik Restoran, Jalan Magelang, Mlati, Sleman, DIY, Kamis (7/11/2013).

"Potensi pajak yang bocor USD36 miliar, anggaran negara USD50 miliar, dan subsidi energi sebanyak USD30 miliar. Kebocoran ini sudah berjalan puluhan tahun, perlu pemerintah yang mampu menutup kebocoran itu, ini perjuangan Partai Gerinda," tambahnya.

Prabowo menegaskan sistem ekonomi yang diterapkan pemerintah saat ini juga dinilai keliru. Sebab, neoliberalis tidak tepat diterapkan di Indonesia. Bahkan, dia menyatakan sistem perekonomian sejak 2004 tidak tepat diterapkan.

"Saya sejak 2004 mengatakan sistem Neo Liberal keliru diterapkan, karena yang menikmati hanya 1 persen sistem itu, sedangkan yang 99 persen jelas menyengsarakan rakyat," tegasnya.

Dia memberi contoh banyak potensi sumber daya alam Indonesia dikuasai pihak asing. Sehingga, kekayaan tidak tinggal dan dinikmati rakyat Indonesia. "Kepingin tanam modal, wani piro?" celetuknya.

Untuk itu, lanjutnya, Partai Gerindra harus bisa memenangkan dalam pesta demokrasi 2014 nanti. Pemerintah harus mampu menutup kebocoran-kebocoran keuangan negara itu.

"Kemenangan Gerindra, kebangkitan Indonesia. Kader militansi Gerindra harus semangat, percaya diri, harus mengerti tujuan perjuangan, Partai Gerindra sedang diharapkan rakyat Indonesia untuk bangkit membenahi pemerintah," tegasnya penuh semangat.

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2013/11/07/20/893524/prabowo-keuangan-negara-bocor-usd116-miliar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar